Selain membutuhkan modal yang sangat besar, sistem pengelolaan dan manajemen usaha jasa sewa bus pariwisata juga memerlukan penanganan yang lebih cermat, teliti dan perhitungan yang matang. Terjadi kesalahan sedikit saja, dapat menimbulkan efek yang sangat merugikan bagi pelaku usahanya. Untuk itu, harus selalu diperhatikan strategi pengembangannya.

Segmentasi Pemasaran

Setiap pelaku bisnis jasa persewaan bus pariwisata harus dapat melakukan segmentasi secara akurat untuk pemasarannya. Perlu diketahui, tiap daerah mempunyai potensi konsumen yang tidak sama. Misalnya di daerah Jawa Barat terutama Bandung, sebagian besar wisatawannya lebih suka bepergian ke daerah-daerah dengan pemandangan alam yang indah.

Selain itu, juga gemar mengunjungi obyek wisata kuliner dan pusat perbelanjaan pakaian atau fashion. Karena itu paket wisata yang dipasarkan juga harus mengambil obyek-obyek wisata tersebut. Untuk daerah lain, tinggal menyesuaikan dengan kultur maupun budaya masyarakat setempat.

Daya Beli

Unsur lain yang perlu diperhatikan berhubungan dengan daya beli konsumen dan masyarakat. Apabila sebagian besar konsumennya berasal dari kalangan menengah bawah, pakai armada bus kelas ekonomi yang tempat duduknya menggunakan sistem 2 – 3.

Sebaliknya jika mereka merupakan golongan menengah atas lebih baik menggunakan armada bus kelas bisnis atau eksekutif dengan tempat duduk sistem 2 – 2 dan dilengkapi dengan AC, TV untuk berkaraoke atau memutar film, dan sebagainya.

Karakteristik dari Pesaing

Persaingan merupakan sebuah hal yang tidak dapat dihindari di dunia bisnis, termasuk bisnis jasa sewa bus pariwisata baik yang disegmentasikan bagi golongan bawah atau atas. Karena itu pelajari dengan cermat segala kelebihan maupun kekurangan dari para pesaing tersebut.

Untuk kelebihannya, bisa ditiru dan disempurnakan agar pelanggan makin merasa senang dan puas. Sedangkan kekurangannya harus selalu dihindari sehingga tidak menimbulkan keluhan dari konsumen.

Pemilihan Armada

Selain sistem penataan kursi tempat duduk, masalah lain yang tidak boleh dilupakan terkait dengan urusan pengadaan armada adalah karakter bus itu sendiri. Misalnya ketahanan mesin dan perangkat lainnya, apakah bisa awet digunakan atau mudah mengalami kerusakan.

Demikian pula dengan penggunaan bahan bakarnya, harus dipilih yang irit. Hal ini berkaitan erat dengan biaya operasional yang perlu dikeluarkan. Selain itu ketersediaan spareparts-nya harus dicek, apakah mudah ditemukan atau harus dipesan dari daerah lain. Jika harus dipesan lebih dulu, tentu butuh waktu lebih lama untuk pengirimannya.

Faktor berikutnya yang harus dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih armada bus yaitu minat konsumen. Ada sebagian pelanggan jasa sewa bus wisata yang menentukan pilihan atas dasar merk armada yang digunakan.

Dalam hal ini mungkin pelaku usaha bisa menuruti keinginan tersebut. Tetapi sebaiknya tetap berusaha memberi tahu atau mengedukasi mereka jika armada bus yang tersedia tetap punya kualitas yang teruji dan aman meski berasal dari merk yang berbeda.

Pengelolaan SDM

Memilih kru yang mampu bekerja dengan profesional merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh pelaku bisnis persewaan bus wisata. Hal ini berhubungan erat dengan nama perusahaan. Terutama untuk sopirnya, pilih sopir yang sudah berpengalaman dan paham tentang arah atau kondisi jalan yang menjadi jalur menuju obyek wisata.

Utamakan sopir dan kru bus yang bisa bersikap ramah pada semua penumpangnya serta tidak suka bersikap ugal-ugalan di jalanan. Ingat, mengendari bus wisata itu sangat berbeda dengan bus umum, dimana sopir bersama kru-nya harus dapat memberi layanan sebaik mungkin bagi para wisatawan.

Setiap wisatawan itu tidak hanya membutuhkan perjalanan yang cepat dan nyaman saja, tapi juga sangat senang dengan keramahan. Jadi ketika membuka usaha jasa sewa bus pariwisata harus selalu memikirkan sistem pengelolaan SDM yang baik.